Archive for 2014

Organisasi Pemuda

Sunday, October 26, 2014
Posted by Unknown


-Agus Aditya Pramana                                                                           - Evan Chan
-Chandra                                                                                              - Baby Tania
-Luna Krisna Dewi                                                                                  - Trisha Aulia Sutopo




Organisasi Pemuda
Trikoro Dharmo / Tri Koro Dharmo
Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional,yang didirikan oleh Dr.Satiman Wirjosandjojo Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo yang bertujuan untuk mengajak para pemuda Sunda, Madura dan Bali. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.
Pada tanggal 27 Desember 1929, Jong Java dibubarkan untuk bergabung menjadi  Indonesia Moeda
Jong Sumatra Bond
Jong Sumatranen Bond (JSB) adalah perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatra, mendidik pemuda Sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya Sumatra.
Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta. JSB memiliki enam cabang, empat di Jawa dan dua di Sumatra, yakni di Padang dan Bukittinggi. Beberapa tahun kemudian, para pemuda Batak keluar dari perkumpulan ini dikarenakan dominasi pemuda Minangkabau dalam kepengurusannya. Para pemuda Batak ini membentuk perkumpulan sendiri, Jong Batak.
Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
¨ Tahun 1926 berdirilah organisasi Perhimpunan Pelajar -Pelajar Indonesia(PPPI). Terbentuknya organisasi ini merupakan usaha untuk mendorong tumbuhnya persatuan diantara organisasi pemuda di daerah. Atas prakarsa PPPI, diselenggarakan kongres pemuda I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh beberapa wakil organisasi pemuda di daerah. Kongres Pemuda I menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mencapai Indonesia merdeka. Tokoh-tokoh Pemuda pada waktu Kongres Pemuda I adalah Muh. Yamin, M. Tabrani, dan Sumarto.
¨ Tujuan Kongres Pemuda I adalah memajukan paham persatuan dan kebangsaan, Serta mempererat hubungan antara semua perkumpulan pemuda. Meskipun Kongres Pemuda I ini belum berhasil membentuk suatu orgnisasi pemuda yang bersifat nasional, para pemuda terus berusaha keras agar terbentuk organisasi yang bersifat nasional.




Keputusan Kongres I dan II
¨ Kongres I (30 April - 2 Mei 1926)
-Menyiapkan pelaksanaan Kongres pemuda II.
-Menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda dalam satu organisasi pemuda Indonesia.
¨ Kongres II (27-28 Oktober 1928.)
-Dicetuskannya Sumpah Pemuda
-Lagu Indonesia Raya dinyanyikan untuk pertama kali

Indonesia Moeda

¨ Ide penyatuan dan pembentukan organisasi ini diprakarsai oleh organisasi Jong Java yang mengundang beberapa wakil perkumpulan pemuda untuk rapat di Jl. Kramat No. 106 Batavia (sekarang Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta) tanggal 23 April 1929. Keputusan pertemuan adalah mengadakan Kongres Pemuda di Solo antara tanggal 28 Desember 1930 dan 2 Januari 1931. Organisasi ini bertujuan memperkuat rasa persatuan di kalangan pemuda dan pelajar di Hindia Belanda kala itu; sekaligus sebagai sebuah gerakan nasionalis untuk membangun kesadaran bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia. Karena haluan nasionalistik ini, Indonesia Moeda juga kala itu secara tegas mengakui Sumpah Pemuda, dan menjunjung bahasa Indonesia dan lagu Indonesia Raya, dan bendera Merah Putih sebagai identitas organisasi ini. Walaupun organisasi ini secara resmi tidak berkiprah dalam politik, organisasi ini adalah salah satu gerakan yang mempelopori terciptanya Indonesia merdeka.



Sultan Agung Vs J.P Coen

Tuesday, September 30, 2014
Posted by Unknown


SEKILAS TENTANG SULTAN AGUNG
Sultan Agung adalah raja yang membawa Mataram mecapain masa Keemasannya. Cita-cita Sultan Agung antara lain, mempersatukan Seluruh tanah Jawa, dan mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara, maka dari itu Sultan Agung sangat menentang keberadaan VOC(Vereenigde Oostindische Compagnie).
            Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.

ALASAN SULTAN AGUNG MENYERANG BATAVIA
1.        Tindakan monopoli yang dilakukan VOC
2.      VOC sering menghalang-halangin kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang di Malaka
3.      VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram
4.      Keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa

SERANGAN PERTAMA
            Tepat pada tanggal 22 Agustus 1628, Tumenggung Baureksa, memimpin Pasukan Mataram menyerang VOC di Batavia, dimana pada saat itu Gubernur VOC dijabat oleh J.P Coen.
Pasukan Mataram berusaha membangun pos-pos pertahanan, tetapi kompeni VOC berusaha menghalang-halangi, sehingga pertempuran sengit tidak dapat dihindarkan.Ditengah-tengah peperangan Pasukan Mataram lain berdatangan, Pasukan Mataram berusaha mengepung tetapi kekuatan VOC dengan persenjataan lebih unggul dapat memukul balik Pasukan Mataram, Tumenggung Baureksa pun gugur.Serangan pertama belum berhasil.




SERANGAN KEDUA
Tidak putus asa, Sultan Agung langsung mempersiapkan serangan kedua, belajar dari pengalaman ia meningkatkan jumlah kapal senjata, dan makanan, ia membangun lumbung beras untuk persediaan bahan makanan di Tegal dan Cirebon.
Tahun 1629, Pasukan Mataram dibawah pimpinan Tumenggung Singaranu, Kiaki Dipati Juminah, Dan Dipati Purbaya.VOC mengetahui persiapan Pasukan Mataram, Sehingga di Tegal, VOC menghancurkan 200 kapal Mataram, 400 rumah penduduk dan sebuah lumbung beras.

Pantang mundur, dengan jumlah pasukan yang ada, Pasukan Mataram berhasil menguasai dan menghancurkan Benteng Hollandia, lalu Pasukan Mataram mengepung Benteng Bommel, tapi gagal menghancurkannya, terdengar berita bahwa J.P Coen tewas dalam penyerangan itu yang terjadi pada tanggal 21 September 1629
Dengan kondisi kritis, Belanda semakin marah dan meningkatkan kekuatannya untuk mengusir Pasukan Mataram, dengan senjata yang lebih baik dan lengkap, Pasukan Mataram ditarik mundur kembali ke Mataram.
Dengan demikian serangan kedua Sultan Agung juga mengalami kegagalan.

MELEMAHNYA KEKUATAN MATARAM
Dengan kegagalan kedua penyerangan Pasukan Mataram membuat VOC semakin berambisi untuk memaksakan monopoli dan memperluas pengaruhnya di daerah lain.Namun dibalik itu VOC tetap mengawasi gerak Pasukan Matara.
Sebagai contoh, pada waktu Sultan Agung mengirim pasukan ke Palembang untuk membantu Raja Palembang menyerang VOC, tetapi ditengah jalan langsung diserang oleh VOC.
Jiwa Sultan Agung untuk melawan dominasi asing di Nusantara, tidak diwarisi oleh raja-raja pengganti Sultan Agung, ia meninggal pada tahun 1645, Mataram pun semakin lemah dan dikendalikan oleh VOC



KUBURAN JAN PIETERSZOON COEN
Imogiri berasal dari kata Imo yang berarti mendung dan Giri yang yang berarti gunung.  Jadi Imogiri diartikan sebagai Gunung yang bermendung atau Gunung yang sejuk.
Konon jenazah Gubernur Jenderal VOC yang pertama, Jan Pieterszoon Coen juga dimakamkan di Imogiri sebagai kesed alias alas pembersih kaki. Ada yang berpendapat bahwa makam J.P. Coen itu di Imogiri disebut sebagai makam Indranata,
“Badannya dibagi tiga. Kaki dan tangan ditanam di dekat anak-tangga-teratas, dekat pohon-pohon, kurang terawat, tubuhnya (gembung, dada, dan perut) ditanam di tengah anak-tangga-terbawah dari Gapura Supiturang, dan kepalanga ditanam di alas Gapura Situpirang itu.”
Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Powered by Blogger.

Blogger templates

- Copyright © Tugas Sejarah Mr.Jul -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -